May 6, 2021

Techgeniux.com

Seputar Info Tekno Terupadate

Keinginan Ibunda Yuliana Agar Pembunuh Anaknya Dihukum Mati Bila Tertangkap

Amidah (57 ) ibu kandung Yuliana MS (25), wanita yang tewas dibunuh di Hotel Rio Palembang, berharap polisi mengusut tuntas kematian putrinya. Yuliana MS ditemukan dalam kondisi mengenaskan di kamar Hotel Rio Jalan Lingkaran 1, Kelurahan 9 Ilir, Kecamatan IT 2 Palembang, Selasa (5/1/2021) malam. Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, Yuliana diduga kuat merupakan korban pembunuhan.

Terkait hal tersebut, Amidah berharap agar aparat kepolisian dapat bertindak cepat untuk mengungkapkan dalang dibalik tewasnya Yuliana. "Kalau memang benar anak saya dibunuh orang, saya berharap pelakunya dihukum mati. Tidak ada hukuman yang lebih pantas dari hukuman mati," tegas dengan suara lantang sembari menangis terisak.

Perempuan paruh baya itu terlihat menangis tersedu meratapi nasib yang menimpa putri bungsunya itu. "Tidak ada firasat sama sekali," ujar Amidah seraya menangis terisak, Rabu (6/1/2021). Apalagi beberapa jam sebelum ditemukan tewas atau sekira pukul 21.00 malam, korban masih sempat menghubungi kakak kandungnya untuk sekadar bertanya kabar.

Saat itu sama sekali tak ada keluh kesah yang disampaikan korban. "Dia cuma tanya apa kabar, ya seperti biasa," ujarnya. Dikatakan Amidah, korban sudah sejak tanggal 5 Desember 2020 lalu tidak pulang ke rumahnya yang berada di Jalan Kol Wahid Hasyim Lorong Abadi, Kelurahan 3 4 Ulu Kecamatan SU 1 Palembang.

Kebiasaan jarang pulang memang sudah biasa dilakukan korban. Namun untuk kali ini jadwal perginya korban, memang terbilang cukup lama dari biasanya. Sebab biasanya ia pulang sekitar 1 minggu sekali untuk kemudian pergi lagi selama beberapa hari untuk bekerja.

"Dia kerjanya di cafe, tapi saya kurang tahu bagian apa. Memang biasa pergi berhari hari dan pulang sekali dalam seminggu. Tapi untuk kali ini, dia pamit perginya agak lama. Katanya tanggung, lagi ada kerjaan," ujar Amidah. Setelah menjalani pemeriksaan luar, selanjutnya jenazah Yuliana akan dibawa ke rumah duka Jalan Kol Wahid Hasyim Lorong Abadi, kelurahan 3 4 ulu RT 41 Kelurahan SU 1 Palembang. Untuk kemudian akan dimakamkan di TPU Sungai Goren Palembang tak jauh dari makan ayahnya yang lebih dahulu menghadap sang pencipta.

Sehari sebelum ditemukan tewas, Yuliana (25) rupanya sudah berencana mengajak keluarganya untuk berlibur ke Bangka Belitung. Yuliana merupakan perempuan muda yang ditemukan tewas di salah satu kamar Hotel Rio Jalan Lingkaran 1, Kelurahan 9 Ilir, Kecamatan IT 2 Palembang, Selasa (5/1/2021) pukul 23.00 WIB. "Kami sebenarnya sudah bersiap mau liburan ke Bangka. Tanggal 7 besok sudah mau berangkat. Kami juga sudah siap siap mau ikut rapid antigen.

Tapi rencana itu batal, anak saya meninggal," ujar Amidah (57) ibu kandung korban seraya menangis tersedu di depan instalasi forensik rumah sakit M Hasan Polri Palembang, Rabu (6/1/2021). Bukan tanpa alasan Bangka Belitung dipilih keluarga ini menjadi tempat tujuan. Tak hanya sekadar berlibur, Yuliana juga berencana menjenguk keadaan anak pertamanya yang sejak awal pandemi terjadi, mulai diasuh oleh sang mantan suami.

Yuliana sangat ingin melepas rindu dengan anaknya tersebut yang kini tinggal di Bangka Belitung. "Anak saya sudah pisah sekitar 3 tahun sama suaminya. Mereka punya dua anak. Paling laki laki usai 8 tahun dan perempuan usia 4 tahun," ujarnya. Kini rencana tersebut telah pupus seiring dengan ditemukannya Yuliana dalam keadaan tak bernyawa.

Kepedihan hati Amidah semakin terasa manakala ia teringat ucapan anak bungsu Yuliana yang sempat berujar merindukan sang ibu. Wajar saja, bocah perempuan itu sudah satu bulan tak bertemu langsung dengan ibu kandungnya. "Cucu saya bilang, aku kangen bunda. Sempat dia bilang begitu waktu ibunya nelpon," ujar Amida yang makin menangis terisak.

Sejak berpisah dari suaminya, keluarga hanya mengetahui Yuliana mencari uang dengan bekerja di cafe. Namun mereka mengaku tidak tahu bertugas sebagai apa dan di cafe mana Yuliana bekerja. "Dia anaknya ceria, perhatian sama orang saya. Apalagi ayahnya sudah lama meninggal.

Dia juga sangat sama anak anaknya. Benar benar tidak menyangka nasib anak saya akan jadi seperti ini," ujarnya. Hingga kini aparat kepolisian masih menyelidiki penyebab kematian Yuliana. Chief Engineering Hotel Rio, Bambang (45) mengatakan, tewasnya Yuliana baru diketahui setelah salah seorang pria yang turut menginap bersama korban, meminta bantuan kepada petugas hotel sekira pukul 22.44 WIB.

"Saya kurang tahu pasti dia (rekan korban) minta tolong seperti apa. Tapi informasi yang saya terima, rekannya itu sudah seperti gelagapan (gugup). Intinya dia minta tolong terkait keadaan temannya (korban)," ujar Bambang, Rabu (6/1/2021) pagi. Mendapat laporan tersebut, pihak hotel langsung bergerak cepat dengan menghubungi aparat kepolisian.

Selama menunggu aparat tiba, tidak ada petugas hotel yang berani mendekat ke kamar tempat jenazah korban berada. Namun petugas hotel sempat bertindak tegas kepada dua rekan korban yang diduga hendak meninggalkan lokasi kejadian. "Dua temannya sempat mau pergi, tapi saya tahan. Saya bilang nanti dulu, tunggu polisi datang ," ujarnya.

Bambang mengatakan, korban sudah menginap di Hotel Rio kurang lebih selama 1 minggu bersama dua pria yang mengaku sebagai rekannya. Mereka bertiga menginap dalam satu kamar. "Mereka Extend disini, jadi pindah pindah kamar sebanyak tiga kali selama satu minggu menginap disini. Selama menginap, mereka tidak ada gelagat mencurigakan. Korban juga dalam keadaan sehat," ujarnya.

Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, Kompol Edi Rahmat Mulyana membenarkan, ada dua teman laki laki korban yang saat ini masih di periksa di Unit Pidum Polrestabes Palembang. "Benar kedua teman laki laki korban masih kita periksa. Untuk penyelidikan lebih lanjut," tutupnya singkat, Rabu (6/1/2021). Sebelumnya diberitakan, seorang wanita muda ditemukan tewas di kamar hotel Rio Palembang.

Ia ditemukan meninggal dunia pada Selasa (5/1/2021) pukul 23.00 WIB di Jalan Lingkaran, Kelurahan 9 Ilir, Kecamatan Ilir Timur III Palembang. Kasubag Humas Polrestabes Palembang AKP Irene membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan, kejadian bermula pada hari Minggu (3/1/2021). (Shinta Dwi Anggraini)